Gender in the Perspective of Islamic Shari'a and Constitution (Straightening the View of the Relationship between Women and Men)

Author
Muhammad Sabir
Aris Aris

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This research discussed about the relationship between men and women. In the existing reality, women are still marginalized since ancient times until now. This is due to the influence of understanding on religious texts and various other factors so that the differences in the relationship between the two can be seen in all aspects of life. The research method used is library research. In this study, it is argued that in the perspective of Islamic law, the relationship between the two is the same in terms of identity to the creator (worship of mahdah and gairu mahdah) as well as in the constitution that everyone has the same rights on politic, law, voting, and education. Everyone without exception has protection and right in the law.

Keywords
Gender
Konstitusi
Relasi
Syariah

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sabir, M., & Aris, A. (2021). Gender in the Perspective of Islamic Shari’a and Constitution (Straightening the View of the Relationship between Women and Men). Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 14(1), 35-47. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v14i1.734
References
Ahmadi, A. (2014). Perempuan Agresif dan Opresif dalam Antologi Cerpen Kompas 2012: Tinjauan Psikologi Gender. Jurnal Lentera, 10(1), 65–74.
Ambarwati, A. (2013). Perspektif feminis dalam novel perempuan di titik nol terjemah novel Imra’atun’inda nuqtah al-shifr karya Nawal el-sa’dawi dan perempuan berkalung sorban karya Abidah el-khalieqy. MUWAZAH: Jurnsal Kajian Gender, 1(1).
Asnawi, H. S. (2016). Tinjauan Kritis Terhadap Hak-Hak Perempuan Dalam UU. No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan: Upaya Menegakkan Keadilan Dan Perlindungan HAM Perspektif Filsafat Hukum Islam. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 1(1), 29–62.
Chen, L.-C. (2014). An introduction to contemporary international law: a policy-oriented perspective. Oxford University Press.
Crouch, M. (2019). The politics of court reform: judicial change and legal culture in Indonesia. Cambridge University Press.
Firdaus, E. (2014). Perlindungan hukum terhadap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) berdasarkan cedaw di Indonesia. Jurnal Mahkamah, 6(1), 1–119.
Gumelar, R. G., & Mukhroman, I. (2015). Tato: representatif gender dalam perspektif feminisme. Jurnal Kajian Komunikasi, 3(1), 71–80.
Hidayat, A. S. (2013). Pengaruh wacana gender dalam pembangunan hukum keluarga di Indonesia. Jurnal Cita Hukum, 1(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15408/jch.v1i1.2985
Ikrom, M. (2013). Syariat islam dalam perspektif gender dan hak asasi manusia (ham). Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 2(1).
Kania, D. (2015). Hak asasi perempuan dalam peraturan perundang-nudangan di Indonesia: The rights of women in Indonesian laws and regulations. Jurnal Konstitusi, 12(4), 716–734.
Krisnalita, L. Y. (2018). Perempuan, ham dan permasalahannya di Indonesia. Binamulia Hukum, 7(1), 71–81. https://doi.org/https://doi.org/10.37893/jbh.v7i1.15
Kurniawan, N. (2011). Hak asasi perempuan dalam perspektif hukum dan agama. Jurnal Konstitusi, 4(1).
Marlina, S. (2018). Perempuan dan pilkada dalam perspektif kesetaraan gender menurut hukum Islam. Al-Risalah, 15(01), 8–23. https://doi.org/https://doi.org/10.30631/al-risalah.v15i01.375
Masruri, M. H. (2012). Peran sosial perempuan dalam Islam: kajian historis-normatif masa nabi dan khulafa’rasyidun. EGALITA. https://doi.org/https://doi.org/10.18860/egalita.v0i0.2110
Nasaruddin, U. (2010). Argumen kesetaraan jender; perspektif al-Qur’an. Jakarta: Dian Rakyat.
Nizar, S. (2017). Pendidikan perempuan: kajian sejarah yang terabaikan. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 11(1), 1–18. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/lp.2008v11n1a1
Puspitaningrum, J. (2017). Hukum dan hak konstitusional perempuan. Legal Pluralism: Journal of Law Science, 7(2), 241–260.
Rahmat Wijayanto, J. (2017). Analisis gender dalam bingkai kewarganegaraan dan pembangunan hukum di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum QISTIE Vol, 10(2), 95. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31942/jqi.v10i2.2007
Saputro, P. I. R. (2019). Konstruksi kekerasan gender pada film memoria melalui perspektif politik memori. UNIVERSITAS AIRLANGGA. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/87172
Shihab, M. Q. (2014). Wawasan al-Qur’an. Bandung: Mizan Pustaka.
Sodik, M. (2012). Kesetaraan gender sebagai pemenuhan konstitusi. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 11(2), 167–180. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/musawa.2012.112.167-180
Sumiyatiningsih, D. (2014). Pergeseran peran laki-laki dan perempuan dalam kajian feminis. WASKITA, Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 4, 139–154.
Syahril, S. (2014). Isu gender dalam perspektif politik Islam. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Hukum, 48(2), 451–465. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.14421/asy-syir’ah.2014.%25x
Zain, T. S. (2016). Cinderella complex dalam perspektif psikologi perkembangan sosial emosi. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1), 92–98. https://doi.org/https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.2222