Refleksi Praktek Harmful Traditional Practices di Indonesia

Author
Dwi Astuti
Rosalia Widhiastuti Sri Lestari

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

Sexual violence against women that occurs in several countries, including Indonesia, is not only a legal phenomenon, but also closely related to tradition, which are greatly influenced with constructions of injustice gender-relations, or called harmful traditional practices. Sexual violence against women based on its tradition often goes unnoticed because it was considered as a common thing, however in fact it was a very detrimental practice to women. This research was conducted using a library research method. The study discribes the solution for the problem of sexual violence against women based on traditional values ‚Äč‚Äčthat underlie harmful traditional practices. This problem can be solved in a various steps, changing substance of the rules in the tradition that rise harmful traditional practices, give awareness about gender-equality, integrating gender-equality in law enforcement agencies and policy makers and empowering women to fight harmful traditional practices.

Keywords
Sexual Violence against Women
Harmful Traditional Practices
Injustice gender-relation

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Astuti, D., & Widhiastuti Sri Lestari, R. (2020). Refleksi Praktek Harmful Traditional Practices di Indonesia. Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 13(2), 184-198. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v13i2.730
References
Berger, P.and Luckmaan, T. ( 2002 ) Tafsir Sosial Atas Kenyataan,Risalah Tentang Sosiologi Pengetahuan. Jakarta : LP3ES.
Candraningrum, D.(2015) Budaya, Tradisi, Adat, Jurnal Perempuan, 20(1), pp. iii-iv.
Darwis, R.(2017) Tradisi Ngruwat Bumi dalam Kehidupan Masyarakat, Religius: Jurnal Studi Agama-Agama dan lintas Budaya, 2(1), pp.75-83.
Darurat Kekerasan Seksual, Available at : http://yayasanpulih.org/2020/07/darurat-kekerasan-seksual/, diakses tanggal 7 September 2020, Pukul 20:49 wib.
Dwiastono, R and Budhi, O. (2020) Kisah penjual sayur keliling di Pulau Kulambing, korban kekerasan rumah tangga yang kampanyekan risiko pernikahan anak, Available at : https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49094275, diakses tanggal 13 Juli 2020, pukul : 22:56 wib.
Fakih, M.(1999) Analisis Gender dan Transfomrasi Sosial. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Fujiyati,D. (2016) Seksualitas Perempuan dalam Budaya Patriarkhie, MUWAZAH, 8(1), pp. 26-47.
Gebrekirstos, K, Fantahun, A dan Buruh, G. (2014) Magnutide and Reason for Harmful Traditional Practices Among Children Less Than 5 Years of Age in Axum Town, North Ethiopia, International Journal of Pediatrics, pp.1-5.
Hasbi, Muhammad.(2017) Kekerasan Terhadap Perempuan Menurut Tinjauan Agama dan Sosiologi, Jurnal Al-Maiyyah, 10 (2), pp. 263-277
Harmful traditional practices. Available at : https://www.unicef.org/protection/harmful-practices, diakses tanggal 28 Agustus 2020,pukul : 20:10 wib.
Hilmi, MF.(2019) Kekerasan Seksual dalam Hukum Internasional, Jurist-Diction, 2(6), pp.2199-2218.
Hingston, C dan Asuelime, L. (2019) Violated by Haritage : African Woman and Harmful Traditional Practices, Journal of Gender, Information on Development in Afrika (JGIDA), 8(1), pp. 51-64.
Indrasti, R, Wibawa, D dan Rojudin.(2018) Gender dan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Media On-line, Jurnal Ilmu Jurnalistik, 3(1), pp. 90-112.
Jalil, A dan Aminah, S. (2018) Gender Dalam Perspektif Budaya dan Bahasa, Al-Maiyyah, 11(2), pp.278-300.
Kawin Tangkap di Sumba, Diculik untuk Dinikahi, Citra Menangis sampai Tenggorokan Kering (2020). Available at : https://regional.kompas.com/read/2020/07/09/06070001/kawin-tangkap-di-sumba-diculik-untuk-dinikahi-citra-menangis-sampai?page=all, diakses tanggal 13 Juli 2020, Pukul : 22:10 wib.
Kekerasan Meningkat:Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual untuk Membangun Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak Perempuan. Available at : https://www.komnasperempuan.go.id/read-news-siaran-pers-dan-lembar-fakta-komnas-perempuan-catatan-tahunan-kekerasan-terhadap-perempuan-2020, diakses tanggal 28 Agustus 2020, pukul : 11:10 wib.
Komnas Perempuan.(2019) Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan Tradisi Kawin Culik di Lombok Suburkan Praktik Nikah Paksa Available at : https://www.dw.com/id/tradisi-kawin-culik-di-lombok-suburkan-praktik-nikah-paksa/a-51061239, Diakses tanggal 13 Juli 2020, pukul : 23:53 wib.
Kurnianingssih, S. (2003) Pelecehan Sosial Terhadap Perempuan di Tempat Kerja, Buletin PSikologi, XI(2), pp. 116-129.
Kutha Ratna,N.(2010) Metodologi Penelitian, Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya.Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Mengurangi Kekerasan Terhadap Perempuan. Available at : https://www.mampu.or.id/tema/pengurangan-kekerasan-terhadap-perempuan/, diakses tanggal 12 September 2020, pukul 13:02 wib
Mulidia.(2020) Perkawinan Anak di Indonesia Capai 193 Ribu Kasus. Avaliable at : https://nasional.okezone.com/read/2020/01/31/337/2161488/perkawinan-anak-di-indonesia-capai-193-ribu-kasus, diakses tanggal 13 Juli 2020, Pukul : 23:20 wib.
Niko, Nikodemus.(2019), Kemiskinan dan Perempuan Pedesaan: Sebuah Perspektif Hukum dan HAM, Jurnal Al-Maiyyah, 12 (1), pp.18-32.
Nugroho, R. (2011) Gender dan Strategi Pengsrustumataannya di Indonesia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Perempuan di Medan Tuntut Hentikan berbagai Bentuk Kekerasan. Available at : https://www.liputan6.com/regional/read/4196938/perempuan-di-medan-tuntut-hentikan-berbagai-bentuk-kekerasan, diakses tanggal 12 September 2020, pukul 12:28 wib.
Public Health Scotland.(2020) Harmful Traditional Practices. Available at : http://www.healthscotland.scot/health-topics/gender-based-violence/harmful-traditional-practices#:~:text=Harmful%20traditional%20practices%20are%20forms,part%20of%20accepted%20cultural%20practice.&text=female%20genital%20mutilation%20or%20cutting%20(FGM), diakses tanggal 28 Agustus 2020, pukul 20:07 wib.
Rahayu, M. and Agustina, H.(2018) Representasi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Situs Berita Tirto,Id, Kajian Jurnalisme, 2(1), pp. 115-134.
Rifa'at, MAF.(2019) Kekerasan Perempuan Dalam Ketimpangan Relasi Kuasa : Studi Kasus di Rifka Annisa Women's Crisis Center, SAWWA : Jurnal Studi Gender, 14(2), pp. 175-190.
Right for Change dan Kommas Perempuan.(2011) Pemetaan Kekerasan Terhaddap Perempuan. Available at : https://www.komnasperempuan.go.id/file/pdf_file/Instrumen%20HAM%20Perempuan/PP1_Pemetaan%20Kekerasan%20Terhadap%20Perempuan.pdf, diakses tanggal 28 Agustus 2020, pukul : 13:58 wib.
Rohmaniyah, I.(2017) Konstruksi Seksualitas dan Relasi Kuasa dalam Praktek Diskursif Perniakahan Dini, Musawa, 16(1), pp. 33-52.
Rochaety, N.(2014) Menegakkan HAM Melalui Perlindungan Hukun Bagi Perempuan Korban Kekerasan di Indonesia, Palastren, 7(1), pp. 1-24.
Siregar, E, Rakhmawaty, D dan Siregar, ZA. (2020) Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Realitas dan Hukum, Progresif:Jurnal Hukum, XIV(1), pp.1-14.
Sumera, M. (2013) Perbuatan Kekerasan/Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan, Lex Et Societatis, 1(2), pp. 39-49.
Syadzily, A, H. (2020) Konstruksi Budaya Langgengkan Kekerasan Terhadap Perempuan. Available at : https://www.validnews.id/Konstruksi-Budaya-Langgengkan-Kekerasan-Terhadap-Perempuan-CfR, diakses tanggal 7 September 2020, Pukul 20:55 wib.
Syahrul.(2017) Dilema Feminis Sebagai Reaksi Maskulin Dalam Tradisi Pernikahan Bugis Makasar, Al-Maiyyah, 10(2), pp.313-334.
Widyiastuti, A.R. (2009) Peran Hukum Dalam Memberikan Perlindungan Terhadap Perempuan Dari Tindak Kekerasan Di Era Globalisasi, Mimbar Hukum, 21 (2),pp. 395-408.
World Health Organization. (2009) Promoting Gender Equality to Prevent Violence Againts Women. Malta : WHO Library Cataloguing and Pbublicaton Data.
Harmful traditional practices. Available at : https://www.unicef.org/protection/harmful-practices, diakses tanggal 28 Agustus 2020,pukul : 20:10 wib.