Tingkat Pendidikan Sebagai Penentu Takaran Belis Pada Gadis Sumba

Author
Syahrul Syahrul
Amirulah Datuk
Elisabeth Bora

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This research aims to describe the impact of education on Sumba  Women in marriage culture. The approach which is used in this research is descriptive qualitative. The subject of this research is Sumba community in NTT Province. The data was collected by interview, observation, and filed notes. This data analyzed by the Miles and Hubermann technique which is obtained from the fact situation in the field, reduction data, display data, verification data, description data, and conclusion. The result of the research showed that the process of marriage tradition of Sumba people, especially women in Sumba Regency were already the changing the dowry (belis) which was determined according to the level of women education, and not based on the social strata or her mother dowry before. The marriage tradition process of Sumba people is no longer maintained traditionally, but they follow the times or modern era.

Keywords
Education
Belis culture
Marriage culture

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Syahrul, S., Datuk, A., & Bora, E. (2020). Tingkat Pendidikan Sebagai Penentu Takaran Belis Pada Gadis Sumba. Al-Maiyyah: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 13(2), 120-135. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v13i2.721
References
Abubakar, N. (2019). Tradisi latamakareyoo dalampernikahan adat masyarkatmuslim suku Sumba perspektifhukum keluarga(studi di Desa PeroKonda Kecamatn Kodi Kab. Sumba Barat Daya) (Undergraduate, Universitas IslamNegeri Mataram). Universitas IslamNegeri Mataram. Retrieved from http://etheses.uinmataram.ac.id/1677/
Agustin, I. P. (2018). Jangan MemintaMateri Terlalu Tinggi:Studi Etnografi TentangPeraturan Desa PernikahanAdat di Ajaobaki,Mollo Utara, TimorTengah Selatan (Universitas GadjahMada). Universitas GadjahMada. Retrieved from http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/166193
Aldin, M. (2020). Belis dalamadat perkawinan laridi Desa Nuca MolasKecamatan. Satar MeseBarat Kab. Manggarai NusaTenggara Timur (NTT) (Undergraduate, Universitas IslamNegeri Mataram). Universitas IslamNegeri Mataram. Retrieved from http://etheses.uinmataram.ac.id/3050/
Anwar, A. (2017). Implikasi BudayaPatriarki dalam KesetaraanGender di Lembaga PendidikanMadrasah (Studi Kasus padaMadrasah di Kota Parepare). Al-MAIYYAH:Media TransformasiGender Dalam ParadigmaSosial Keagamaan, 10(1), 45–67. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v10i1.455
Bora, Y. N., & Purawati, N. K. (2019). Perkawinan DounaUma Loka Masyarakat DesaKalebu Ana Kaka,Kecamatan Tana Righu,Kabupaten Sumba Barat. Social Studies, 7(2), 53–61. Retrieved from https://ojs.ikippgribali.ac.id/index.php/socialstudies/article/view/563
Chotban, S. (2017). Peran IstriMenafkahi Keluarga Perspektf Hukum Islam (Studi Kasus: Di Lamakera Desa Motonwutun) (Masters, UniversitasIslam Negeri Alaudin Makassar). UniversitasIslam Negeri Alaudin Makassar. Retrieved from http://repositori.uin-alauddin.ac.id/8714/
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiryand Researc Design. New Delhi: SAGE Publication. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=Ykruxor10cYC&printsec=frontcover#v=onepage&q&f=false.
Dafiq, N. (2018). Dinamika Psiklogis pada Masyarakt Manggarai TerkaitBudaya Belis. Wawasan Kesehatan, 3(2), 98–104. Retrieved from https://stikessantupaulus.e-journal.id/JWK/article/view/48
Deke, M. E., Bahari, Y., & Salim, I. (2020). Perubahn Wujud danMakna Belis dalam Perkwinan AdatBajawa Boba. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 9(7). Retrieved from http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/41411
Desire, M. Y., & Kedo, L. N. (2019). Peran Permpuan Adonaradalam Budaya Upacara Perhelatan:Studi Fenomenologi PeranPerempuan Adonara pada Pernikahandan Kematian. CALATHU: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1). Retrieved from https://journal.uc.ac.id/index.php/calathu/article/view/777
Fanda, C. P. M., Daga, L. L., & Syamsuriadi, S. (2018). Makna Tu’uBelis bagi Masyarakat KelurahanMokdale Kec. Lobalain Kab. Rote Ndao. Jurnal Communio:Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 7(2), 1179–1185. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/JIKOM/article/view/2023
Fauzi, A. M. (2019). Sosiologi Keluarga Pada Partisipasi Politik Pemilih Pemula. SOSIETAS, 9(1). https://doi.org/10.17509/sosietas.v9i1.19572
Ibrahim, A. (2018). Tinjauan hukumkeluarga Islam terhdap pernikahan Paru Dheko(Studi di Desa Anaraja Kec. Nangapanda Kab. Ende Nusa Tenggara Timur) (Undergraduate, UniversitasIslam Negri Mataram). UniversitasIslam Negri Mataram. Retrieved from http://etheses.uinmataram.ac.id/967/
Kame, C. O. (2014). Kesadaran Kesetaran Gender danDampak Psiklogis Praktik MasKawin pada Wanita Manggarai(Studi tentangBelis dalam Adat PerkawinanBudaya Manggarai,Flores, NTT) (Other, Prodi Psikologi Unika Soegijapranata). Prodi Psikologi Unika Soegijapranata. Retrieved from http://repository.unika.ac.id/835/
Kleden, D. (2017). Belis dan Harga Seorang Perempuan Sumba (Perkawinan Adat Suku Wewewa, Sumba Barat Daya, NTT). Studi Budaya Nusantara, 1(1), 24–34. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2017.oo1.01.03
Lede, M., Bidaya, Z., & Anshori, Z. (2017). Tradisi Belisdalam Perkawinan AdatSuku Weelewo. CIVICUS: Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(2), 14–21. https://doi.org/10.31764/civicus.v5i2.432
Leta, F. C. G., & Jatiningsih, O. (2019). Fungsi Belispada Masyarakat Desa Kurulimbu Kec. Ndona Timur Kab. Ende Flores Nusa Tenggara Timur. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 7(2). Retrieved from https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/29004
Liunokas, M. E. (2020). Perempuan danLiminalitas dalam Tradisi Perkwinan Adat di TimorTengah Selatan. Anthropos: Jurnal AntropologiSosial danBudaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 6(1), 114–122. https://doi.org/10.24114/antro.v6i1.17047
Mauboy, A., & Eveline, S. (2019). Pemahamn Pernikahan KudusSuku Dawan Ditinjau DariKejadian 1:27-28. KRUSSO: Jurnal Teologi & Pelayanan, 4(2), 23–32. https://doi.org/10.33856/kerusso.v4i2.110
Medot, K. I. S., Suciati, & Ladamay, I. (2019). Dampak BudayaPerjudian Dalam AcaraPernikahan Terhadap PerkembanganEkonomi Masyarakat. Prosiding SeminarNasional Fakultas IlmuPendidikan, 3, 137–144. Retrieved from https://conference.unikama.ac.id/artikel/index.php/fip/article/view/192
Miles, M. B., & Hubberman, A. (2009). Analisis Data Kualitatif. Penerjemah Tjetje Rohendi). UI Press, Jakarta.
Muli, J. (2012, June 21). SitemSosial Budaya EtnisLamahalot. Retrieved December 12, 2019, from John Muli website: http://johnmuli.blogspot.com/2012/06/sistem-sosial-budaya-etnis-lamaholot.html
Musbahar, P. H. (2019). PandanganMasyarakat terhadapFenomena TingginyaBelis (Mahar)Perkawinan (Studi Kasus:Kecamatan Borong Kab. Manggarai Timur,Flores, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Hikmatina, 1(1), 37–43. Retrieved from http://riset.unisma.ac.id/index.php/jh/article/view/1888
Muttaqin, Z., Hafsah, H., & Malo, Y. A. (2020). TradisiPemindahan Perempuandalam PerkawinanAdat MasyarakatNyura Lele SukuWee Leo Kab. Sumba BaratDaya. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(1), 52–62. https://doi.org/10.31764/civicus.v8i1.1933
Neonnub, F. I., & Habsari, N. T. (2018). Belis:Tradisi PerkawinanMasyarakat Insana Kab. Timor Tengah Utara(Kajian Historis danBudaya Tahun 2000-2017). AGASTYA: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 8(01), 107–126. https://doi.org/10.25273/ajsp.v8i01.2035
Oktoral, S. (2008, April 6). Mungkinkah belis disederhanakan? Retrieved August 25, 2020, from SPIRIT website: http://spiritentete.blogspot.com/2008/04/mungkinkah-belis-disederhanakan.html
Pous, H., & Nabu, Y. (2018). ImplikasiPenentuan Belisdalam Adat PerkawinanMasyarakat Tunbabadi Desa Tun’noe Kec. Miomaffo Timur Kab. Timor Tengah Utara. Jurnal Gatranusantara, 16(2). Retrieved from http://publikasi.undana.ac.id/index.php/JG/article/view/105
Pratiwi, A. (2017). Pola Komunikasi Pernikahan Atoni Pah Meto: Studi Etnografi Komunikasi Pada Suku Dawan Di Timor Tengah Selatan (Bachelor_thesis, Universitas Multimedia Nusantara). Universitas Multimedia Nusantara. Retrieved from https://kc.umn.ac.id/5265/
Putra, S. (2019). Kesempatan Perempuan mendapatkan Pelayanan dan Hak Kesehatan Reproduksi di Pedesaan Alor, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia Di Daerah Tertinggal, Terdepan, Dan Terluar, 2(1), 42–60. https://doi.org/10.33541/ji.v2i1.1036
Rodliyah, S., Purwasito, A., Sudardi, B., & Abdullah, W. (2017). Between Economic Burden and Cultural Dignity: Belis in the Marital Custom of the NTT Society. KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture, 9(1), 92–103. https://doi.org/10.15294/komunitas.v9i1.8672
Saidah, S. (2017). Kedudukan Perempuan dalam Perkawinan (Analisis UU RI. No. 1 tahun 1974 Tentang Posisi Perempuan). Al-MAIYYAH : Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 10(2), 292–312. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v10i2.511
Sila, A., & Joram, A. (2013, April 4). Adat Meminang Sikka-Krowe. Retrieved December 12, 2019, from Adat Meminang Sikka-Krowe ~ FLOBAMORATA NTT website: http://tentangflobamorata.blogspot.com/2013/04/adat-meminang-sikka-krowe.html
Steven, C. D., & Yunanto, T. A. R. (2019). Pengaruh Belis Dalam Masyarakat Sumba. Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 15(2), 204–212. https://doi.org/10.32528/ins.v15i2.1838
Sudirman, M. D., Alfa, F., & Faisol, A. (2020). Pemberian Belis (Mahar) Perkawinan pada Masyarakat Manggarai Barat di Kecamatan Komodo Ditinjau dari Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Gorontalo Kec. Komodo Kab. Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur). Jurnal Hikmatina, 2(1), 20–27. Retrieved from http://www.riset.unisma.ac.id/index.php/jh/article/view/5353
Suryawati, M. D. (2017). KontradiksiTuntutan Mas Kawin Belis Ditinjau dariHukum Adat dan SosialEkonomi di Desa Lante, Kec. Reok Barat, Kab. Manggarai Tengah Tahun2017. ProdiPPKn UniversitasPGRI Yogyakarta. Retrieved from http://repository.upy.ac.id/1627/
Susanti, H., Wibowo, A., & Wilujeng, T. T. R. (2015). An AnalysisUsed in BelisTradition in Anakalang,Middle Sumba. Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 2(2), 108–117. Retrieved from http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JIBS/article/view/1147
Syahrul, S. (2017). Dilema Feminis Sebagai Reaksi Maskulin dalam Tradisi Pernikahan Bugis Makassar. AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 10(2), 313–334. Retrieved from http://ejurnal.stainparepare.ac.id/index.php/almaiyah/article/view/510
Un, O. (2020). Dampak Globalisasi Terhadap Gaya Hidup Peserta Didik di SMA Negeri 2 Kota Kupang. Sociological Education, 1(1), 27–33. https://doi.org/10.12345/socioedu.v1i1.231
Yoga, D. S., Suarmini, N. W., & Prabowo, S. (2015). PeranKeluarga SangatPenting dalamPendidikan Mental,Karakter Anak serta BudiPekerti Anak. JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH), 8(1), 46-54–54. https://doi.org/10.12962/j24433527.v8i1.1241