Pemikiran Islam Kontemporer Tentang Reposisi Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Quran

Author
Natardi Natardi
Ali Hamzah
Doli Witro

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

Gender is one of the many discourses that can be considered contemporary that attracts the attention of various groups ranging from adolescents, activists, academics, researchers, and government and even scholars. This discourse intends to close social injustice based on gender differences in order to realize the equality of men and women in their social aspects. Until now, gender discourse can be grouped into at least four parts, namely as a movement, as a philosophical discourse, the development of social issues into religious issues, and as an approach in religious studies. This paper will examine the perspective of gender equality understood by Muslim feminists. In general it can be mentioned that the purpose of feminist struggle is to realize the equality, dignity, and freedom of women in choosing and managing their lives, both inside and outside the household.

Keywords
Repositioning
Equality
Gender
Islamic Feminism

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Natardi, N., Hamzah, A., & Witro, D. (2020). Pemikiran Islam Kontemporer Tentang Reposisi Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Quran. Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 13(1), 64-76. https://doi.org/10.35905/al-maiyyah.v13i1.711
References
‘Arabi, M. I. (1980). Fushush al-Hikam. Beirut: Dâr al-Kitab al-Arab.
Agustina, N. (1999). Melacak Akar Pemberontak Fatima Mernissi, dalam Fatima Mernissi, Dreams of Trespas: Tales of Harem Girlhood, (Penerjemah) Ahmad Baiquni. Bandung: Mizan.
Ali, A. (Penerjemah). (1996). Concise Oxford Dictionary of Curent English: Kamus Kontemporer. Yogyakarta: Yayasan Ali Maksum Ponpes Krapyak.
Ardaniah, T. (1993). Perspektif Gender Sebagai Alternatif Penyusunan Program Pembangunan Berkelanjutan. Argapura, 13(1).
Arfa, F. A. (2004). Wanita dalam Konsep Islam Modernis. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Arivia, G. (2006). Feminisme: Sebuah Kata Hati. Jakarta: Kompas.
Barlas, A. (2007). Cara Al-Quran Membebaskan Perempuan. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.
Basri, R. (2019). Gender dalam Perspektif Hadis Maudhu'i. AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 12(1), 91–112.
Dagun, S. M. (1992). Maskulin dan Feminin: Perbedaan Pria dan Wanita dalam Fisiologi, Psikologis , Seksual, Karir dan Masa Depan. Jakarta: Rineka Cipta.
Daud, M. (Penterjemah). (1982). Terjemah Hadits Shahih Bukhari dan Muslim. Jakarta: Widjaya. Jilid III.
Departemen Agama RI. (1989). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: CV Toha Putra.
Dzuhayatin, S. R. (1997). Agama dan Budaya Perempuan: Mempertanyakan Posisi Perempuan dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fakih, M. (1997). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jalil, A., & Aminah, S. (2018). Gender Dalam Persfektif Budaya Dan Bahasa. AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 11(2), 278–300. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v11i2.659
Kamil, S. et. al. (2007). Syari’ah Islam dan HAM: Dampak Perda Syariah Terhadap Kebebasan Sipil, Hak-hak Perempuan dan Non-Muslim. Jakarta: CSRC.
Lubis, N. A. F. (2003). Yurisprudensi Emansipatif. Bandung: Citapustaka Media.
Marsudi. (2008). Bias Gender dalam Buku-buku Tuntunan Hidup Berumah Tangga. Jurnal Istiqro’, 7(1).
Megawangi, R. (2000). Perkembangan Teori Feminisme Masa Kini dan Mendatang; dalam Mansour Fakih, Membincang Feminisme: Diskursus Gender Perspektif Islam. Surabaya: Risalah Gusti.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative Data Analysis (a Source book of New Methods). Beverly Hills: Sage Publications.
Muhsin, A. W. (1994). Qur ‘an and Woman. Kuala Lumpur: Fajar Bakti Sdn bhd.
Muhsin, A. W. (1998). Qur’an and Woman. In Liberal Islam a Source Book. New York: Oxford University Press.
Muslih, M. (2007). Membaca Wacana Gender (Framework Studi Islam dan Isu-isu Kontemporer di ISID PM Gontor). Jurnal Tsagafah, 3(1).
Mustakim, A. (2003). Amina Wadud: Menuju Keadilan Gender dalam Pemikiran Islam Kontemporer. Yogyakarta: Jendela.
Nurbaeti. (2018). Menelusuri Konsep Gender Dalam Al- Qur’an. AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 11(2), 253–277.
Nursaptini, Sobri, M., Sutisna, D., Syazali, M., & Widodo, A. (2019). Budaya Patriarki dan Akses Perempuan dalam Pendidikan. AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 12(2), 16–26.
Rachman, B. M. (2000). Islam Pluralis Wacana Kesetaraan Kaum Beriman. Jakarta: Paramadina.
Rassam, A. (1995). Fatima Mernissi: The Oxford Encyclopedia of Modern Islamic World (J. L. Esposito, ed.). Oxford: Oxford University Press.
Shofan, M. (2006). Menggugat Penafsiran Maskulinitas al-Qur’an: Memuju Kesetaraan Gender dalam Jalan Ketiga Pemikiran Islam; Mencari Solusi Perdebatan Tradisionalisme dan Liberalisme. Yogyakarta: IRCISOD.
Sugiono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Syam, N. (2010). Gender, Budaya dan Seksualitas dalam Agama Pelacur: Dramaturgi Transendental. Yogyakarta: LKIS dan IAIN Sunan Ampel Press.
Umar, N. (1999a). Argumen Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran. Jakarta: Paramadina.
Umar, N. (1999b). Kodrat Perempuan dalam Islam. Jakarta: Lembaga Kajian Agama dan Gender.
Wilson, H. (1982). Sex and Gender: Making Cultural Sense of Chvilization. Leiden, New York, Kobenhavn, Koln: EJ Brill.