Potensi Perempuan Aceh dalam Pendidikan

Author
Dicky Wirianto

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

Historically the Acehnese women play an important roles either as leaders, commandos of wars, experts of cultures or other sorts of leaders. Post conflict, tsunami, and peace in Aceh, women in Aceh continue to play an important role in various fields of government, politics, culture, and education. These roles have been preserved until now with different patterns and models. This research is aimed to find out the potential of Acehnese women especially in education fields relating to their roles and functions. The results of this research found that Acehnese women have a big power in education fields. Evidently there are many Acehnese women who have access to become teachers, lecturers, and even professors. More ever they have more quantity to access it. Furthermore, this situation is also supported by the current Qanun in Aceh concerning the protection and empowerment of women. It can be concluded that the culture of Aceh have put the equality level among girls and boys to access the education based on their passion in it.

Keywords
potential
Acehnese women
education

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Wirianto, D. (2020). Potensi Perempuan Aceh dalam Pendidikan. Al-MAIYYAH, 13(1), 24-37. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v13i1.702
References
Ace Suryadi & Dasim Budimansyah. (2009) Paradigma Pembangunan Pendidikan Nasional (Bandung: Widya Aksara Press,) hal.1
Ali Hasjmy. (1993) Wanita Indonesia Sebagai Negarawan dan Panglima Perang. disadur oleh Emi Suhaimi, (Banda Aceh: Yayasan Pendidikan a. Hasjmy, hal. 3-5
Al-Syarif ‘Aly bin Muhammad al-Jarjani. (2001) al-Ta’rifat. Surabaya: al-Haramain, hal. 227
Cahaya khaeroni & Ali halidin. (2018) Pendidikan Islam Inklusif gender (studi kritis ekofeminisme vandana shiva), jurnal Al-Maiyyah vol.11 no.2, hal. 237
Chairan M. Nur. (2009) Perempuan Dalam Dinamika Politik dan Pendidikan di Aceh. Banda Aceh: Ar-Raniry Pres, hal. 152
Dicky Wirianto. (2012) Metode Taqrir Sebuah Pendekatan yang Menyenangkan. Jurnal Didaktika, hal.18-19
Fitriani Gade. (2012) Peran Ibu Sebagai Madrasah Dalam Mendidik Anak. Jurnal Didaktika, Vol.XIII, No.2, hal 26
H.A.R.Tilar. (1998) Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional Dalam Perspektif Abad 21, Magelang: Tera Indonesia, 1998, hal.245
John M.Echols dan Hassan Shadiliy. (2003) Kamus Inggris Indonesia,cet xxv Jakarta: Gramedia, hal. 440
M. Jamil Yusuf. (2011) Urgensi Pendidikan Nilai Untuk Aceh Damai Berkelanjutan, dalam Jurnal Islam Futura, hal 67
Nurbaeti. (2018) Menelusuri Konsep Gender Dalam Al-Qur’an, Al-Maiyyah vol.11 no.2. 256
Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2009 Bidang Pendidikan. 8
Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2009 Tentang Pemberdayaan Dan Perlindungan Perempuan bab I ketentuan umum. 4-5
Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2009 Tentang Pemberdayaan Dan Perlindungan Perempuan bab I ketentuan umum. 4-5
Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2009 Tentang Pemberdayaan Dan Perlindungan Perempuan bab I ketentuan umum. 4-5
Rumusan Hasil Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Se Provinsi Aceh Tanggal 20 S.D 21 Agustus 2013.Diunduh pada 14 November 2013.
Sugiono. (2011) Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D Bandung: Alfabeta.15
Sulchan Yasin. (1997) Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Amanah. 380
Tedjo Narsoyo Reksoatmodjo. (1996) Pengembangan Kurikulum Pendidikan, Bandung: Refika Aditama.37
Wawancara Chairan M. Nur pada 12 November 2016
Wawancara dengan Arfah Ibrahim, Ketua STAI Al-Washliyah Banda Aceh, pada tanggal 12 November 2017.
Wawancara dengan Cut Zahri Harun, Guru Besar FKIP Unsyiah, dosen Pascasarjana Magister Administasi Pendidikan, pada tanggal 16 November 2016 di PTIQ.
Wawancara dengan Cut Zahri Harun, Guru Besar FKIP Unsyiah, dosen Pascasarjana Magister Administasi Pendidikan, pada tanggal 16 November 2016 di PTIQ.
Wawancara dengan Hayati, dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh, pada tanggal 4 November 2017.
Wawancara dengan Hayati, dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh, pada tanggal 4 November 2017.
Wawancara dengan Nur’aini, Guru Dayah Inshafuddin Banda Aceh, pada tanggal 11 November 2017.