Budaya Patriarki dan Akses Perempuan dalam Pendidikan

Author
Nursaptini Nursaptini
Muhammad Sobri
Deni Sutisna
Muhammad Syazali
Arif Widodo

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abstract

This paper aims to describe the patriarchal culture and women's access to education. The method used in this research is literature study from various sources such as books, journals, reports and data from the Central Statistics Agency. The results of this study are that patriarchal culture is inherent in a society that considers that the primary education should be boys. This causes women's access to education to be hampered due to cultural problems that exist in the community. This situation can be seen based on data on the percentage of literacy for women totaling 83.42 while men 91.86. This data is also supported by the data of the Human Development Index for men reaching 75.43 while the Human Development Index for women is 68.63. This data shows the level of education of women, especially in higher education is low. This reality certainly contradicts the goal of national education which does not differentiate access to education based on gender, all of whom are entitled to education.

Keywords
Patriarchal Culture
Women's Access
Education

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Nursaptini, N., Sobri, M., Sutisna, D., Syazali, M., & Widodo, A. (2020). Budaya Patriarki dan Akses Perempuan dalam Pendidikan. Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender Dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 12(2), 16-26. https://doi.org/10.35905/almaiyyah.v12i2.698
References
Adji, M. et all. (2009). Perempuan dalam Kuasa Patriarki. Sumedang: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Ali, M. (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional:Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berdaya Saing. Bandung: Imperial Bhakti Utama.
Arjani, N. L. (2007). Feminisasi Kemiskinan dalam Kultur Patriarki. Jurnal Studi Gender Srikandi, 6(1), 1–10.
Atta, G. P. (2015). Education Inequality: How Patriarchy and Policy Collide in Ghana. International Journal of Humanities and Social Science, 5(71), 11–19. Retrieved from https://pdfs.semanticscholar.org/0f4a/4b2f93507330ba034c5fb0bd1adaf8ee9fda.pdf
Badan Pusat Statistik. (2018). Indeks Pembangunan Manusia. Retrieved from https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/04/15/1557/pada-tahun-2018--indeks-pembangunan-manusia--ipm--indonesia-mencapai-71-39.html
Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat. (2018). Statistik Gender Provinsi Nusa Tenggara Barat. Retrieved from https://ntb.bps.go.id/publication/2019/08/30/04eef92a7602cc42bb9c80b3/statistik-gender-provinsi-nusa-tenggara-barat-2018.html
Efendy, R. (2014). kesetaraan gender dalam pendidikan. Jurnal Al-Maiyyah, 07(2), 142–165.
Fatimah, J. M. (2014). Komunikasi Keluarga Meningkatkan Akses Pendidikan bagi Kesetaraan Anak Perempuan dalam Lingkaran Kemiskinan. Mimbar, 30(1), 199–208.
Hakim, L. (2016). Pemerataan akses pendidikan bagi rakyat sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1), 53–64. Retrieved from http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/edutech/article/view/575
Handayani, T., & Widodo, W. (2014). Konsep Dasar Implementasi Pengarusutamaan Gender pada Pendidikan Keaksaraan Fungsional di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Humanity, 10(September), 184–191. Retrieved from http://ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/view/2470
Moechtar, O. (2019). Perkembangan Hukum Waris Praktik Penyelesaian Sengketa Kewarisan di Indonesia. Jakarata: Prenadamedia Group.
Muhadjir, D. & T. (2001). Menggugat Budaya Patriarkhi. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Mataram.
Mukhtar, M. S. (2019). Harakah dan Kemandirian Perempuan. Jurnal Al-Maiyyah, 12(1). Retrieved from https://almaiyyah.iainpare.ac.id/index.php/almaiyah/article/view/684/488
Munfarida, E. (2009). Kritik Wacana Seksualitas Perempuan. Yin Yang Jurnal Studi Islam, Gender Dan Anak, 4(1), 122–139.
Narwoko, J. Dwi & Suyanto, B. (2013). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nasir & Lilianti. (2017). Persamaan Hak : Partisipasi Wanita dalam Pendidikan. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan, 17(1). Retrieved from http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/didaktis/article/view/1554
Natasha, H. (2013). Ketidaksetaraan Gender Bidang Pendidikan: Faktor Penyebab, Dampak, Dan Solusi. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 12(1), 53. https://doi.org/10.24014/marwah.v12i1.513
Pendidikan, P. P. K. dan I. (2007). Seri Analisis Kebijakan Pendidikan Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan. Jakarta.
Perdana, N. S. (2015). Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Aksesibilitas Memperoleh Pendidikan untuk Anak-Anak di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 21(3), 279. https://doi.org/10.24832/jpnk.v21i3.191
Prantiasih, A. (2014). Reposisi Peran dan Fungsi Perempuan. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 27(1), 1–6. Retrieved from arbaiyah.prantiasih.fis@um.ac.id
Rizkiyana, W., & Widodo, W. (2011). Tentang Pengarusutamaan Gender Pada Jenjang Pendidikan Dasar. 6(2), 136–143. Retrieved from ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/viewFile/1398/2961
Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar Gender dan Feminisme Pemahaman Awal Kritik Sastra Feminisme. Yogyakarta: Garudhawacana.
Sakina, A. I. & D. H. S. A. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki Di Indonesia. Share : Social Work Journal, 7(1), 71. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820
Suntana, M. I. (2012). Antropologi Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.
Tilaar. (2009). Kekuasaan dan Pendidikan Manajemn Pendidikan Nasional dalam Pusaran Kekuasaan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Wardani, E. H. (2009). Belenggu-belenggu Patriarki: Sebuah Pemikiran Feminisme Psikoanalisis Toni Morrison dalam The Bluest Eye. Semarang.
Yudhaningrum, F. S. (2009). Bias Gender pada Pendidikan Anak di Keluarga Jawa Pedesaan (Studi Kasus di Desa Tanjungsari Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang). Yogyakarta.
Zaki, M. (2018). Fenomena kekuasaan politik dan eksistensi gender dalam perkembangan pendidikan. Jurnal Sosial, Politik, Kajian Islam Dan Tafsir, 1(1), 1–17. Retrieved from https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/sophist/article/view/753/418